Kisah Islami Ramadhan | Abdullah Bin Rawahah Sosok Anti Korupsi

Mari mengulang kepada sebuah kisah seorang sahabat dari kaum Ansar. Beliau dari suku Khajraj, ialah seorang yang masuk islam terlebih dahulu. Berharap di masa kita sosok sepertinya ada dan bukan hanya impian tapi juga teladan bagi kehidupan.

Nama beliau adalah Abdullah bin Rawahah bin Tsa'lab, bin Al Khadraj Al Anshari Al Khadraji. Nama panggilannya Abu Muhammad. Ibunya adalah Kabsyah binti Waqid bin Amru dari Bani Al Harits bin Al Khadraj.  Masuk islam ditangan Mush'ab bin Umair ketika diutus berdakwah di Madinah.

Kisah Islami Ramadhan | Abdullah Bin Rawahah Sosok Anti Korupsi


Berdasarkan sejarah yang tertulis Abdullah Bin rawahah ialah seorang penulis yang tinggal di masyarakat buta huruf. Jika ada yang dapat membaca dan menulis maka itu adalah suatu hal yang langka, akan tetapi Abdullah bin rawahah berbeda dengan masyarakat biasa pada waktu itu, tidak hanya mampu menulis dan membaca Abdullah bin rawahah juga dapat membuat bait syair yang indah dengan nilai sastra yang sangat tinggi dan bukan itu saja sejak beliau menyatakan keislamannya, kemampuan beliau dalam menciptakan syair digunakan untuk hikmatul Islam berjuang untuk islam.

Selain terkenal sebagai penyair, Beliau juga dikenal sebagai sosok yang sangat taat kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan rajin berpuasa.

Baca juga:
5 Cara Menentramkan Hati dan Bersabar di Bulan Puasa

Sebagaimana disebutkan beliau termasuk yang masuk Islam di awal dakwah. Selain itu beliau juga salah satu dari 12 orang pertama yang menyatakan keislaman dari kalangan Anshar sebelum terjadinya hijrah (Baiat Aqabah Pertama). Ia juga ikut dalam Baiat Aqabah kedua dengan 73 orang lainnya. Beliau ikut serta dalam pertempuran membela islam.

Diriwayatkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sedang duduk di dataran tinggi kota maka bersiap untuk menyambut para Utusan yang datang dari kota Madinah para Utusan itu datang dengan bersembunyi-sembunyi dari kaum Quraisy. Mereka yang datang terdiri dari 12 orang utusan, mereka akhirnya dibaiat oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Kemudian hari baiat ini dikenal dengan nama Baiah Al Aqabah Al Ula. Mereka membawa risalah pertama ke Madinah, membuka jalan hijrah nabi dan sahabat, salah satu utusan yang dibaiat saat itu ialah Abdullah bin Rawahah.

Di tahun berikutnya Rasulullah SAW kembali membaiat 73 orang Anshor dan dikenal dengan Bai'at Aqabah kedua, salah seorang yang dibai'at pada baiat aqabah kedua adalah Abdullah Ibnu Rawahah. Artinya ini adalah baiat kedua beliau.

lalu setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beserta para sahabatnya hijrah ke Madinah dan menetap di sana maka Abdullah bin Rawahah yang paling terdepan dalam membela agama dan mengukuhkan sendi-sendi nya. Beliau termasuk di antara ahli syair yang membela islam dan Rasulullah SAW.

Baca juga:
3 Cara Mengumpulkan Pahala Tanpa Batas di Bulan Puasa

Ketika Rasulullah SAW di Madinah Abdullah Bin rawahah banyak mendapatkan pendidikan langsung dari Rasulullah SAW. Beliau termasuk orang yang dekat dengan Rasulullah SAW dan sangat patuh kepadanya.

Sepanjang hidupnya beliau terkenal cepat merespon perintah Rasulullah, jika Rasulullah SAW memerintahkan untuk melaksanakan sesuatu pasti beliau langsung melaksanakannya. Diriwayatkan Abdullah Bin rawahah datang menemui Rasulullah SAW dan beliau Pada saat itu sedang kutbah Abdullah mendengar Rasulullah bersabda : "Duduklah kalian semua." Abdullah langsung duduk padahal posisi beliau masih di luar masjid.

Abdullah bin Rawahah amat berduka suatu ketika turun surah Asy syu'ara ayat 224 : "Dan para penyair banyak pengikut mereka orang-orang sesat". Tetapi kedukaan nya jadi pelipur lara waktu turun ayat lainnya: "Kecuali orang-orang (penyair) yang beriman dan beramal sholeh dan banyak Ingat kepada Allah ,dan menuntut bela sesudah mereka dianiaya." (QS.  26 Asy-Syu'ara:227)

Sosok Abdullah bin Rawahah terkenal sebagai sosok yang sangat kuat pendirian, Yahudi Bani nadhir pernah ingin menyuapnya, dengan kalimat yang sangat tegas ia menolaknya.

Imam Malik dalam Muwattha meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah mengirim Abdullah bin Rawahah ke Khaibar untuk memungut pajak bumi (kharaj) dari hasil tanaman kurma mereka. Rasulullah SAW telah memutuskan hasil bumi Khaibar dibagi menjadi dua, separuh untuk kaum Yahudi sebagai pengelola dan separuhnya lagi diserahkan kepada kaum muslimin.

Tatkala Abdullah bin rawahah menjalankan tugasnya, orang-orang Yahudi mendatanginya, mereka mengumpulkan perhiasan istri-istri mereka dengan upaya untuk menyogoknya, mereka berkata, "ini untukmu dan ringankanlah pungutan yang menjadi beban kami. Bagilah Kami lebih dari separuh."

Baca juga:
 5 Keistimewaan Pahala Bagi Muslimah di Bulan Ramadhan

Dijawab oleh Abdullah bin rawahah, "Hai orang-orang Yahudi dengarkanlah, bagiku kalian adalah makhluk yang dimurkai oleh Allah SWT. Aku tidak akan membawa perhiasan itu dengan meringankan pungutan yang menjadi kewajiban kalian. Suap yang kalian berikan ini sesungguhnya merupakan harta haram. Sungguh, Kami tidak akan memakannya.

Yang dilakukan oleh Abdullah bin Rawahah adalah bukti dari ketaatannya kepada agama, ini pula didukung dengan sistem sanksi Islam untuk korupsi yang sangat berat yaitu dikenai hukuman ta'zir 6 bulan hingga 5 tahun (jarimah ta'zir). Apabila jumlah yang dikorupsi dapat membahayakan ekonomi negara, maka koruptor tersebut dapat dijatuhi hukuman mati.

Sanksi bisa juga diambil dari jarimah hirabah. Tindak pidana disebutkan di dalam Al Qur'an dengan sanksi hukuman mati,  disalib, dipotong tangan dan kaki secara silang dan diasingkan. Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik,
atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar." (Q. S.  Al Maidah [5]: 33)

Semoga keshalihan dan keteguhan hati yang dimiliki oleh Abdullah Bin Rawahah bisa pula dimiliki oleh diri kita, anak - anak kita dan seluruh insan di negeri ini.  Memang yang kita butuhkan untuk mewujudkan itu adalah keimanan.  Terbukti dikala keimanan seseorang sangat kuat berpegang teguh kepada agamanya,  maka ia akan enggan untuk melakukan sesuatu yang melanggar ketaatannya.

Inilah secara singkat sebuah kisah yang bisa menjadi teladan bersama.  Mari sama - sama berdoa untuk kedamaian dan kesejahteraan bangsa kita.  Semoga semua masalah juga dengan cepat bisa terselesaikan,  termasuk masalah korupsi yang merajalela.

Dapatkan info terbaru via email gratis, jangan lupa klik konfirmasi pada email sobat:

0 Response to "Kisah Islami Ramadhan | Abdullah Bin Rawahah Sosok Anti Korupsi"

Post a Comment

Komentar dimoderasi. Mohon berkomentar dengan sopan.