5 Cara Menentramkan Hati dan Bersabar di Bulan Puasa

Rasulullah SAW memberikan petunjuk kepada umat Islam dan manusia pada umumnya untuk memelihara perbuatan terpuji serta menghindari berbagai perbuatan tercela yang akan menimbulkan permusuhan dan perpecahan.

Ini sangat tidak selaras dengan apa yang dilakukan oleh oknum - oknum yang mengaku muslim tapi menyerang umat agama lain,  meneror,  apalagi sampai membunuh seperti yang terjadi baru - baru ini yang sangat melukai hati umat islam.  Di kala menyambut Ramadhan tiba lantas mereka menodai makna bulan suci itu sendiri.

Baca juga :
Belajar agama takut berdosa
5 Keistimewaan Muslimah di bulan puasa 

Membunuh seekor semut saja dilarang di dalam agama islam, apalagi manusia.  Segala sesuatunya diatur dengan timbangan yang adil.  Bukanlah tugas manusia untuk menciptakan kekacauan.  Kita senantiasa diberikan fungsi untuk bisa menjaga harmoni dan kedamaian di muka bumi tempat kita diamanahkan sebagai makhluk.

Sabar


Terutama di bulan puasa ini kita dituntut untuk lebih banyak bersabar dan bisa menentramkan hati, memperbanyak ibadah dan melakukan banyak sekali perbuatan - perbuatan terpuji untuk kebaikan kita sendiri dan orang banyak.

Tidak mudah melakukan ini apalagi ketika lapar dan haus melanda, kita menjadi lebih sering sangat mudah terpancing dan terbawa emosi karenanya.

Untuk itu kita bisa mengantisipasinya dengan melakukan hal-hal sebagai berikut.

1. Membuang sifat buruk sangka


Berburuk sangka adalah perbuatan tercela yang harus kita jauhi. Buruk sangka tidak boleh dilakukan sekalipun terhadap pelaku kejahatan. Pada istilah praduga tak bersalah prinsip tersebut merupakan bentuk perlindungan hak seseorang dari kesalahan sehingga tidak salah untuk yang berwenang dalam menangkap pelaku kejahatan.

Senada dengan hal serupa umat Islam diperintahkan untuk menjauhi perilaku berburuk sangka yaitu dijelaskan pula dalam Al Quran surat Al Hujurat ayat 12. Buruk sangka sangat merusak hubungan sesama manusia. Untuk itu kita harus menghindarinya.

2. Tidak Mudah Marah


Sebagaimana kita diberikan akal dan juga nafsu, kita sepatutnya dapat menyeimbangkan antara keduanya sehingga tidak sampai nafsu menguasai akal pikiran kita.  Sebab apabila nafsu mengalahkan akal pikiran, sudah dipastikan manusia akan melakukan perbuatan jahat. Salah satu sifat yang lahir dari pertentangan akal dan nafsu adalah marah.

Marah sebagai sifat yang menunjukkan kelemahan sebab seseorang yang marah tidak mampu bersabar mengendalikan nafsunya. Sebaliknya kesabaran adalah kekuatan sebagai pelindung jiwa manusia. Kemarahan pada dasarnya adalah api amarah yang sedang membara di dalam hati manusia, untuk memadamkannya perlu adanya air, untuk itu Rasulullah SAW menganjurkan kepada orang yang sedang marah agar mengambil air wudhu dengan segera.

3. Menghindari mencari-cari kesalahan orang lain


Mencari cari kesalahan orang lain adalah hal yang sangat mudah kita lakukan. Padahal hal ini tidak baik untuk hati dan juga jiwa kita. Melakukan perbuatan buruk hanya akan merusak qolbu dan dapat mengakibatkan manusia tersebut memiliki penyakit hati dan jiwa yang menjadi tidak tenang.

4. Jauhkan diri dari membenci orang lain


Memupuk kebencian juga dapat menyebabkan manusia memiliki penyakit hati yang mana penyakit ini dapat menimbulkan penyakit lainnya pula di dalam badan,  baik itu fisik maupun non fisik. Untuk menghindarinya manusia senantiasa harus selalu memohon perlindungan kepada Allah dari sifat dengki serta memiliki sifat qana'ah yaitu menerima segala karunia Allah kepadanya.

5. Menghindari Permusuhan


Saling bermusuhan adalah kelanjutan dari rasa amarah yang tidak bisa dibendung akibatnya permusuhan Ini menimbulkan kebencian dan kebencian tersebut mengkristal semakin kuat di dalam diri manusia.  Prilaku ini tidak baik untuk diteruskan sebab hubungan silaturahmi akan rusak serta permusuhan dan perpecahan hanya akan menimbulkan kesengsaraan,  penderitaan,  sehingga tidak ada kedamaian pada diri sendiri dan juga orang lain.


Dapatkan info terbaru via email gratis, jangan lupa klik konfirmasi pada email sobat:

0 Response to "5 Cara Menentramkan Hati dan Bersabar di Bulan Puasa"

Post a Comment

Komentar dimoderasi. Mohon berkomentar dengan sopan.