Belajar Agama Takut Berdosa?

Setiap manusia pasti memiliki dosa.  Telepas dari yang kecil maupun yang besar. Tiap hari kita dengan berinteraksi kepada manusia seringkali kita malah membuat kesalahan,  baik itu disengaja ataupun bukan.  Tapi bukankah kita selalu belajar dari kesalahan itu dan meminta maaf atas perbuatan yang kita lakukan?

Kepada manusia saja kita berusaha berbuat baik dan memiliki reputasi yang semakin bagus dimata manusia lainnya,  apalagi kepada Tuhan,  bukankah demikian?

Dewasa ini kita justru menemui banyaknya kalangan yang mengatakan malas belajar agama karena takut berdosa.  Yang mengejutkannya lagi adalah kalangan tersebut justru bukan orang biasa - biasa,  melainkan sudah mengenyam pendidikan tinggi,  S1, S2, S3, sudah dikatakan orang intelek di dunia.

Sayangnya,  tidak semua orang berpikir bahwa ilmu dunia tidak sebanding dengan ilmu agama. Bahkan banyak yang mengakui bahwa ilmu akademiknya jauh lebih tinggi dari agamanya.

Muncullah sebuah pernyataan seperti ini :
"Aku tidak tahu kalau masalah agama,  biarlah tidak usah tahu,  karena kalau tahu nanti malah bisa jadi tambah berdosa lagi kalau dikerjakan. "

Pernyataan belajar agama takut berdosa ini entah mendapat sumber darimana.  Kasusnya bisa diilustrasikan seperti ini :

Tuti mengingatkan Dara untuk tidak memakai parfum karena ia seorang wanita muslimah dan itu dilarang oleh agamanya, lalu Dara pun bersikeras bahwa seharusnya Tuti tidak memberi tahunya karena apabila dia sudah tahu maka menjadi repotlah kehidupannya karena ia menjadi berdosa dan dosanya bertambah banyak pula.

Pernah tidak kita mengatakan seperti itu?  Atau mungkin kita menjadi seseorang yang berada di posisinya Tuti?

Baik itu dari agama manapun.  Belajar agama adalah wajib,  mau itu orang muda maupun orang yang sudah tidak muda lagi.  Proses belajar ini tidak akan pernah mengenal waktu.  Kita belajar setiap hari dan sepanjang usia kita sampai maut menjemput kita.


Belajar agama


Sebuah pertanyan besar mengenainya,  tentang belajar dan belajar agama.  Kalau itu belajar untuk urusan dunia,  apakah kita berpikir seribu kali untuk memasukkan anak - anak kita ke sekolahnya?  Lalu apakah anak - anak kita itu dijamin mahir seratus persen di setiap mata pelajaran yang diberikan oleh guru-gurunya?

Menjawab pertanyaan ini mungkin tidak perlu sampai tanyakan kepada anak - anak karena kita sendiripun bersekolah dan merasakannya.  Dari sekian banyak mata pelajaran mungkin yang bisa kita serap hanya beberapa dan yang kita terapkan untuk kehidupan pun tidak bisa semuanya. Tapi kita tahu bahwa bersekolah itu penting. Kita sekolah dan merasakan itu wajib.

Kalau ada orang yang di dalam hidupnya masih mengalikan 4x4=18 maka bukan berarti ia diajari oleh gurunya demikian di sekolahnya dan mendapatkan ilmu yang seperti itu untuk ia pahami. Jadi jelas posisinya disini yang salah adalah manusianya.

Pada hakikatnya belajar itu wajib,  masalah ilmu itu ia terapkan di dalam kehidupannya atau tidak, maka itu adalah kesalahannya sendiri dan kerugian yang ia dapatkan sendiri.

Sama halnya dengan belajar agama.  Konsep sekolah dan belajar agama ini sebenarnya sama saja.  Kita belajar untuk mendapatkan ilmu  dan menuntut ilmu itu wajib.  Bila dirasa ilmu agama menyusahkan hidup kita. Maka kitalah yang sebenarnya yang sedang membodohi diri kita sendiri.

Seseorang yang masih ngotot meminum - minuman keras atau minuman beralkhohol sekalipun ia tahu agamanya melarangnya,  maka ia dapat merasakan dampaknya sendiri pada kesehatannya.  Tidak melulu membahas tentang dosa yang sebenarnya tidak tampak dari kita.  Tapi efek bisa dirasakan dari kehidupan yang kacau balau saat kita melanggar norma - norma agama yang ada. Maka mempelajari agama bukan dikatakan takut berdosa,  lebih benar jika dikatakan upaya mencegah diri dari melakukan hal - hal yang tak diinginkan oleh Tuhan dan yang pasti juga bermanfaat pula bagi kehidupan.

Tuhan menciptakan kita dengan fungsi.  Kita sudah memiliki tugas dan tujuan kita sebagai manusia,  sedangkan agama menjelaskan bagaimana makhluk bernama manusia itu bisa menjalankan fungsinya di dalam kehidupan.  

Dapatkan info terbaru via email gratis, jangan lupa klik konfirmasi pada email sobat:

1 Response to "Belajar Agama Takut Berdosa? "

  1. saya sih nggak menyalahkan pendapatnya tentang takut dosa jika belajar agama mbk,itu hak mereka.

    cuman aneh aja koq ada orang(yg konon berpendidikan)yg mengatakan itu.padahal udah jelas bahwa agama merupakan tuntunan yg menjadikan lebih baik

    ReplyDelete