Puisi Sedih Banget Tentang Anak Broken Home Berjudul Luka

Sebenarnya puisi mau itu sedih ataupun bahagia akan sering kita ciptakan melalui kata - kata kita sehari - hari,  hanya saja tidak semua orang gemar menuangkan isi pikirannya tersebut di dalam sebuah tulisan.

Salah satu puisi yang admin suka adalah puisi - puisinya Cahaya Utama.  Tak banyak yang mengenal Penulis ini,  karena ia sendiri terkesan menolak untuk terlalu dipublikasikan atau dipopulerkan.

Mau bagaimanapun juga pasti akan populer juga.  Admin sebagai sahabat sekaligus penggemar beratnya akan membantu mewujudkan hal tersebut meski tanpa dibayar sekalipun.

Sayang bukan apabila sebuah bakat disia - siakan? Nah,  buat kamu atau siapa saja yang juga ingin karyanya dipublikasikan disini,  kami juga memberikan ruang untuk kamu menulis dan kirim melalui email kepada tim kami.  Secepatnya akan kami balas.

Dan ini dia sebuah puisi karya Cahaya Utama yang berjudul "Luka", sedih apabila dihayati nasib - nasib anak - anak broken home atau korban perceraian orangtua.

Luka


Pernah ibu berkata aku ini anak tak berguna
Sampai aku benar - benar yakin bahwa aku memang sampah
Ayah datang dan pulang hanya untuk mewariskan maki
Apakah mereka akur selayaknya fajar dengan sang pagi?
Sempat aku berpikir
Bisakah aku tak kesiangan lagi?

Hari yang kuulangi selalu sama
Aku berbisik di dalam hati
Kenapa dejavu sepedih ini?
Perasaan bersalah yang sangat curam
Aku anak tak berbakti

Kumohon
Sekali saja ciptakan harmoni
Untukku
Ayah
Dan juga ibu




Dapatkan info terbaru via email gratis, jangan lupa klik konfirmasi pada email sobat:

2 Responses to "Puisi Sedih Banget Tentang Anak Broken Home Berjudul Luka"

  1. puisinya simpel tapi mengena..saya gak tau ini berdasarkan real atau hanya goresan tulisan saja,jika memang ini real saya cuma bisa support utk selalu sabar,tapi jika ini hanya goresan,kita berharap tidak akan pernah terjadi broken home tersebut...

    ReplyDelete

Maaf ya karena banyak spam, komentar terpaksa kami moderasi terlebih dahulu. Terimakasih sudah mau berkomentar.