Pesona Istana Maimun Mulai Pudar?

Sedikit menelusuri tentang kota Medan dan keunikannya dan sekali lagi banyak yang salah paham dengan kota penuh ciri khas dan daya tarik satu ini. Banyak yang menduga bahwa kota ini adalah kota Batak, yang mana diisi oleh orang - orang bermarga batak dengan ciri khas bersuara keras dan logat yang lumayan berirama.

Tidak salah mengatakan suku batak adalah suku yang ada di Medan, tapi adalah kesalahan besar ketika mengatakan Batak adalah Medan. Batak adalah suku, sementara suku - suku di Indonesia ini ada ratusan jumlahnya, menurut Wikipedia ada 300 kelompok etnik, sedangkan menurut sensus PBS tahun 2010 ada 1340 suku bangsa Indonesia.

Terkhusus untuk kota Medan sendiri, kita tidak menyebutnya Propinsi, tapi kebanyakan orang mengidentikkan Sumatera Utara sebagai Medan. Memang Medan adalah ibukota propinsi Sumatera Utara, namun jelas dua hal ini adalah hal yang berbeda. Kalau berbicara tentang propinsi Sumatera Utara jelaslah kita akan menyebutkan di antaranya Kabupaten Asahan, Batubara, Dairi, Deli Serdang, Nias, Mandailing Natal, Simalungun, Toba Samosir, Padang Lawas, dan lain sebagainya. Ini masih kabupatennya, belum lagi kecamatan - kecamatan yang ada di dalamnya.

Menyebutkan Medan sebagai Batak adalah keliru, namun orang Batak jelas benar ada di Medan, sementara suku asli di kota Medan itu sendiri adalah suku Melayu  Hal ini dapat dibuktikan dengan sisa - sisa peninggalan sejarah yang ada di Kota Medan Seperti Mesjid Raya Medan dan Istana Maimun.

Namun parahnya, suku ini semakin lama semakin memudar keberadaannya. Bahasanya sendiri pun bisa dikatakan bahasa melayu medan yang mana perpaduan dari serapan bahasa - bahasa lain yang merupakan suku  - suku selain melayu seperti jawa, batak, karo, minangkabau, dan suku - suku pendatang lain yang bermunculan di Medan. Jadi jangan bandingkan bahasa melayu Malaysia dengan Melayu Medan karena jelas hanya serupa dibeberapa bagian saja.

Pesona Medan dan Melayunya kini semakin lenyap, hal ini bisa dibuktikan dengan melihat Istana Maimun yang kian hari kian sepi saja. Kediaman Kesultanan Deli yang pernah berkuasa dulu ini sempat menjadi tempat favorit untuk menjadi destinasi tempat wisata di kota Medan, sayangnya minat orang - orang semakin menipis untuk mengenal sejarah, kebanyakan menganggap Istana Maimun sangat monoton dan dari tahun ke tahun tidak ada perubahan. Loh apakah yang harus diubah? 

Potret Istana Maimun dari Dekat

ukiran dinding istana maimun
Cantik ukirannya khas 

bangunan Istana Maimun Medan
lumayan nyaman untuk bersantai

bagian depan istana maimun
sudah ada pengunjung, namun kalau masuk bayar Rp. 5000

Arsitektur Istana Maimun Medan
ala - ala spanyol,india tapi melayu dan islami

bayar 5000 masuk Istana Maimun
Jarang ada yang mau masuk karena bayar

Sisi Samping Istana Maiumun
wow bagus ya

Lampu di Istana Maimun Medan
Nampak sederhana tapi sebenarnya elegan

Istana Maimun kediaman sultan
Tidak boleh masuk kesana

Cantik istana maimun medan kesultanan deli
Ada lampu tambahan, sedikit  tanpa mengubah banyak

Lorong di Istana Maimun Medan
Melayu dan sangat terasa  suasananya





Dapatkan info terbaru via email gratis, jangan lupa klik konfirmasi pada email sobat:

0 Response to "Pesona Istana Maimun Mulai Pudar?"

Post a Comment