10 Kontroversi Registrasi Ulang Kartu SIM HP Yang Lagi Viral

Masih dengan sekelumit dinamika kehidupan yang kita hadapi teman - teman. Kali ini masyarakat tengah dihebohkan dengan adanya peraturan baru dari pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengenai syarat utama ketika memiliki kartu SIM  operator seluler yang kita gunakan. Nah apapun merek kartu perdana ataupun kartu lama (SIM Card) yang kita miliki di HP kita wajib melakukan registrasi ulang yaitu dengan mencantumkan nomor KTP dan juga nomor KK dimulai dari 31 Oktober hingga 28 Februari 2017.

Sebelumnya tahukah kamu apakah kepanjangan dari SIM pada (SIM Card)? Tentu saja bukan Surat Ijin Mengemudi, juga bukan Surat Ijin Mencintai, tapi SIM disini adalah singkatan dari Subscriber Identity Module. Kartu ini adalah kartu luar biasa cerdas dengan ukuran mini yakni seukuran micro bahkan nano yang bisa menghubungkan kita dengan oranglain untuk berkomunikasi. Di dalamnya terdapat identitas kita, lokasi dan nomor telepon, jaringan data otorisasi, kunci keamanan pribadi, daftar kontak dan teks yang tersimpan.

Hebat bukan? dan semua itu yang kita berikan kepada operator seluler untuk suatu saat memudahkan kita juga dalam hal berinteraksi dengan menggunakan telepon genggam/HP yang kita miliki. Lalu sudahkah kamu melengkapi data - data kamu untuk HP yang kamu gunakan? sudahkah operator seluler memiliki data - datamu yang benar dan akurat? dan setujukah kamu dengan peraturan baru yang disosialisasikan pemerintah tentang registrasi ulang dengan KTP dan KK ini?

10 Kontroversi Registrasi Ulang Kartu SIM HP Yang Lagi Viral

Banyak sekali kontroversi yang terjadi. Beberapa kalangan menyetujui aksi ini namun tak kalah banyaknya juga yang merasa hal itu terlalu berlebihan. Kami mengamati fenomena di masyarakat yang mengarah kepada kebingungan masyarakat tentang bagaimana dan untuk apa sebenarnya registrasi ulang kartu SIM HP ini diperlukan, diantaranya :

1. Simpang Siur Kabar Nama Ibu Kandung


Beredar pesan melalui aplikasi messenger berupa pemberitahuan keharusan menyertakan Nama Ibu Kandung di dalam registrasi ulang nanti, nah ini menjadi hangat dan perbincangannya sampai lari kemana - mana mengingat Nama Ibu Kandung termasuk privasi yang sangat sensitif untuk dibagi. Kaitannya pun semakin dikait - kaitkan dengan upaya pembobolan Bank dan penggunaan yang salah untuk politik dan Pemilu 2019. Masyarakat dibuat resah, namun pemerintah menegaskan bahwa Nama Ibu Kandung tidak termasuk di persyaratan dan berita ini adalah hoaks.


2. Nomor KK Untuk Yang Tidak Punya dan Selalu Berganti


Tak bisa kita pungkiri bahwa tidak semua warga Indonesia memiliki KK, kalaulah nantinya mereka diblokir, sudah jelas mereka tidak akan menggunakan Handphone sama sekali, operator juga merugi, orang -orang juga semakin sulit berkomunikasi. Masyarakat yang tidak memiliki KK biasanya adalah masyarakat kelas bawah, mereka yang tinggal di pedalaman dan yang rumahnya jauh dari kantor dukcapil, sementara untuk mencapainya mereka harus keluar ongkos sampai ratus ribu, maka mereka lebih memilih tanpa KTP dan juga KK, nah belum lagi masalah nomor KK kan selalu berganti apabila ada pertambahan anggota keluarga baru, masyarakat masih bingung tentang ini.

3. Menghindari Penipuan, Mama Minta Pulsa, Togel, Berita Hoaks dan Lain - Lain


Sudah bukan cerita baru tampaknya, jika kamu adalah salah satu pengguna jasa operator seluler terkemuka di Indonesia dan kamu yakin nomormu hanya kamu bagikan kepada orang - orang terdekatmu saja, tapi entah kenapa bisa ada sms penipuan ataupun telpon yang hendak memperdayai kita, mengatakan ingin memberi uang, togel, pulsa, santet, tuyul, bahkan sampai cerita yang berbau dewasa. Nomor - nomor tak dikenal ini entah bisa tahu nomor kita darimana. Miris sebenarnya, selemah itukah keamanan operator seluler kita?

Kabarnya registrasi ulang ini juga untuk mengantisipasi hal - hal yang seperti itu, juga termasuk diantaranya untuk membendung berita hoaks yang sering beredar. Pelaku akan dengan mudah ditangkap bila semuanya telah terdaftar.

4. Tidak Ada Kartu Sekali Pakai, Internetan Mahal?


Sebenarnya menurut regulasi yang ada, pada dasarnya tidak ada kartu perdana sekali pakai. Namun pada kenyataannya kartu perdana sekali pakai buang ini adalah paling difavoritkan para pengguna internet karena kehandalannya dalam hal tarif kuota. Bayangkan bagaimana nasib anak - anak pelajar dan Mahasiswa serta masyarakat ekonomi menengah ke bawah jika tidak ada kartu murah ini? bisa - bisa kita akan kembali kepada zaman buta internet karena harus isi ulang pulsa yang mahal terus.


5. Penjual Kartu Bangkrut, Pengangguran Bertambah


Jika benar harus ada penjual resmi dengan ijin operator yang memiliki kapasitas penuh untuk hal registrasi ulang, maka akan terjadilah benturan dimana - mana, sebab selama ini penjual kartu perdana ada banyak sekali dan bisnis ini sudah lumayan banyak pula membantu perekonomian rakyat. Kabarnya akan ada demo dari pebisnis kartu perdana internet, banyak pihak yang mengharapkan kebijaksanaan situasi ini.


6. Sosialisasi Belum Merata


Yakinkah tentang registrasi ulang ini sudah diketahui semua orang? kami mengecek rata - rata orang di pedesaan tidak mengerti dengan kartu SIM dan registrasi ulangnya, terutama kalangan yang sudah berumur. Beberapa yang sudah tidak muda lagi sudah pasti merasa kesulitan dengan berita ini, kadang mereka mendengar tapi tidak peduli, kadang karena sms saja tidak pandai maka hendak registrasipun menjadi kendala besar.

Beberapa anak muda misalnya, sebagian besar juga banyak yang tidak peduli dengan berita registrasi ulang ini, konon mereka merasa berita ini penting namun untuk meregistrasi rasanya terkendala banyak hal, seperti anak kost yang berada jauh dari rumah, merasa repot dan lain - lain.


7. Masalah E-KTP


Jangan lupakan tidak semua orang sudah memiliki E-KTP dan mereka mempertanyakan nasib mereka ketika mendaftar. Beruntunglah datang berita yang mengatakan bahwa di KK juga terdapat NIK, nah masalah belum selesai untuk mereka yang justru tidak memiliki KK.

8. Operator  Kewalahan Memigrasikan Data KTP dan KK


Kitaa doakan saja semoga semua operator - operator seluler di Indonesia bisa kuat memigrasikan data - data penggunanya yakni data KTP dan KK satu per satu dari sekian juta pelanggan yang mereka miliki.

9. Seringnya Kegagalan Verifikasi


Masyarakat banyak yang mengeluh, terutama yang merasa cemas takut nomor hapenya diblokir dan segera ia mendaftarkan ulang, namun balasannya mengatakan bahwa proses verifikasi yang dilakukan justru gagal total.


10. Amankah Memberikan No. KK Kepada Operator atau Counter?


Pemerintah menyatakan data - data yang kita berikan aman bersama operator - operator seluler yang memang sudah diikat oleh peraturan - peraturan serta hukum yang berlaku. Namun tetap saja, masyarakat masih meragu.

Dapatkan info terbaru via email gratis, jangan lupa klik konfirmasi pada email sobat:

0 Response to "10 Kontroversi Registrasi Ulang Kartu SIM HP Yang Lagi Viral"

Post a Comment