Kisah Inspiratif Monyet Yang Suka Menolong Tanpa Pamrih

Manusia sering lupa bagaimana caranya membuat hidup agar lebih punya makna. Kebanyakan dari kita bahkan lebih cenderung tenggelam dalam kesibukan mencari uang untuk hidup. Kadang tanpa disadari kesibukan ini mempengaruhi pola pikir kita bahwa uang adalah segalanya. Seolah dihimpit dengan kerumitan problem ekonomi yang menyesakkan, watak manusia juga jadi ikut berubah menjadi berkepribadian sempit.

Pernah mendengar ada seseorang yang kabur dari kecelakaan maut? maksudnya adalah ketika kita ada di dalam sebuah situasi yang sangat membutuhkan pertolongan kita, ada seorang ibu yang tertabrak mobil dan kebetulan kita berada disana sebagai saksi mata atas kejadian apa yang menimpa ibu tersebut, namun yang terjadi adalah si ibu tergeletak tak berdaya dan orang yang menabraknya melarikan diri dari hukum, sementara saksi mata yang berada disana juga segera kabur takut dimintai keterangan oleh petugas. Pernahkah kita menjumpai yang demikian?

Bukan sekali atau dua kali hal seperti ini terjadi. Rasa kasihan dan kemurahan hati orang untuk menolong sudah sangat minim, takut apabila dijadikan saksi sebuah kasus maka banyak orang yang memilih untuk menghindari menolong orang lain yang kesusahan. Beberapa diantaranya mencetuskan bahwa berurusan dengan polisi akan membuat hidup semakin rumit, sekalipun hanya sebatas saksi. Beberapa lagi mengatakan ia takut kalau yang terkena imbas malah dirinya sendiri yang tersangkut kasus. Lalu mayoritas orang justru lebih mengagetkan lagi jawabannya, mereka mengatakan bahwa kalau sudah jadi saksi dan dipanggil terus ke kantor polisi maka sulit untuk kegiatan dirinya sehari - hari bisa normal dan pekerjaannya sendiri di kantor bisa terbengkalai. Mengejutkan tapi ini fakta di masyarakat. Menolong orang dianggap tidak terlalu penting, derajat juga tidak akan meningkat.

Lalu ada kasus di jalan raya yang sangat miris seperti kasus begal dan korbannya yang habis dibantai hingga tak bernyawa bahkan terkadang diseret - seret. Bukan tidak sedikit orang yang menemui hal seperti ini dijalan, bukan juga mereka tidak melihat, terutama tatkala subuh, dan terbaringlah mayat yang habis dipijak - pijak oleh begal tersebut setelah sebelumnya segala harta bendanya dirampas, bahkan jika itu wanita maka kehormatannya sudah direnggut terlebih dahulu. Lalu angkutan umum ataupun pribadi yang melintas hanya berani menontonnya saja sembari segera bergegas berlalu. Alasannya sudah bisa ditebak, mereka juga takut nyawa mereka ikut terenggut.

Kejam, sadis, tak berprikemanusiaan katanya, tapi menurutmu manakah yang lebih sadis? orang yang membantai orang lain ataukah orang yang sedang melihat orang lain dibantai tapi ia tidak bisa berbuat apa - apa? jadi begitulah manusia di jaman akhir, manusia jauh lebih takut kepada manusia daripada kepada Tuhan. Dosa dan pahala tidak tercatat di wajah, maka dari itu tidak banyak orang yang mempertimbangkan. Besok mati atau sekarang mati tak banyak pula yang menyimpulkan bahwa ujung - ujungnya manusia juga akan mati, lalu kemanakah manusia setelah mati? Bukankah surga dan neraka hanya gambaran dan di dunia tidak terlihat. Tapi apakah segala yang kita takutkan kita kehilangannya di dunia juga akan kita bawa ketika kita mati?

Berbeda dengan manusia, monyet tidak pernah belajar tentang agama. Manusia menolak dikatakan mirip monyet dan jelas derajat manusia jauh lebih tinggi, selain itu juga monyet tidak memiliki akal serta tidak bisa dikatakan pintar. Namun video kali ini sangat menunjukkan bahwa monyet jauh lebih berhati emas daripada manusia, ia tidak sungkan untuk menolong, dengan lincahnya ia membantu nenek - nenek yang sedang kesusahan. Berikut adalah video yang sangat membuat takjub. Jangan pernah kalah dari monyet! Kisah Inspiratif Monyet Yang Suka Menolong Tanpa Pamrih!!!


Dapatkan info terbaru via email gratis, jangan lupa klik konfirmasi pada email sobat:

0 Response to "Kisah Inspiratif Monyet Yang Suka Menolong Tanpa Pamrih"

Post a Comment