Alangkah Menakjubkannya Mesjid Raya Medan di Hari - Hari Akhir Ramadhan

Mesjid Raya Medan Al - Mashun adalah mesjid kebanggaan yang menjadi ciri khas kota Medan, Sumatera Utara. Mesjid yang bersejarah ini sudah berumur tua sekali sebab didirikan pada 21 Agustus 1906 (1 Rajab 1324 H) sementara pembangunannya kala itu diselesaikan hingga 10 September 1909 (25 Sya'ban 1329). Bila kita mengamati keindahan mesjid ini tampaklah bahwa gaya arstekturnya mengikuti ala Timur Tengah, India dan Spanyol. Maka tak jarang para turis berkunjung untuk meneliti atau sekedar datang melancong melihat daya tariknya yang khas dan masih berdiri tegak hingga sekarang ini.

Nah kalau sudah bulan Ramadhan begini mesjid kebanggaan warga medan tersebut akan ramai dikunjungi pengunjung menjelang berbuka puasa, hal itu karena banyak orang dari dalam maupun luar kota yang sangat ingin bebuka bersama disana, banyak bukaan gratis loh dan yang paling terkenal adalah bubur pedasnya. Apakah kalian pernah mencobanya?


Sepinya Mesjid Raya Medan di Hari - Hari Akhir Ramadhan
duh, ramenya yang antri bubur, mengalahkan konser ariel Noah :v

Kalau pengen bubur yang kelezatannya maknyus ini kita harus cepat - cepat datangnya karena dalam sekejab bubur akan habis. Inilah keseruan yang terdapat disini, jangan sampai datang telat waktu bukber yah, kalau tidak mau bernasib sama seperti admin, hehe...

Wah gak tanggung - tanggung nih bahkan artis papan atas seperti Ralinsyah pun menyukai bubur pedas khas Mesjid Raya Medan, ya wajar karena beliau juga asli medan, katanya di dalam sebuah wawancara...
“Aku suka banget sama bubur masjid, bubur ini dibagiin gratis di Masjid Raya Medan (Al-Mashun) setiap mau buka puasa. Aku suka makan ini sejak aku masih kecil,” ujar Raline saat ditemui di Dharmawangsa Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (23/6) malam.

“Selain karena cuma ada di Medan, rasanya gurih banget. Buburnya sih sederhana, seperti sop kental khas melayu gitu terus dikasih daging sedikit sama santan. Yang bikin tambah gurih lagi bubur ini dikasih bawang goreng dan daun bawang yang banyak,” ungkap Raline.

Bubur pedas itu sih sudah melegenda. Konon sejarahnya bubur pedas ini sudah dibagikan rutin setiap kali bulan Ramadhan dari masa kejayaan Kesultanan Deli. Bukti nyata atas gagahnya kesultanan itu pada zaman dahulu masih menyisakan jejak - jejak peninggalan melalui Mesjid Raya Al - Mashun Medan ini.


Mesjid Raya Medan Al - Mashun Pada Malam Hari
Mesjid Raya Medan pada malam hari...


Setelah diselidiki ternyata beberapa orang menghilang, masjid sedikit sunyi dari biasanya dan penyebabnya yaitu bagi para ibu - ibu/perempuan, konon katanya lagi sibuk membuat kue hari raya yang tinggal menghitung hari, terus yang laki - laki? bikin kue juga?hehe... Meski alasan yang tidak patut dijadikan pedoman ini adalah becanda - becandaannya warga sekitar, namun faktanya memanglah benar demikian. Sepertinya pun tidak hanya di kota Medan hal ini terjadi, kota - kota lain di Indonesia juga mungkin mesjidnya akan semakin berkurang jamaahnya di akhir - akhir hari bulan puasa, benarkah demikian?

Ya sudahlah, asalkan jangan seperti ini alasannya. Ini nih yang lebih parah dari alasan yang di atas yaitu "shopping". Mesjid Raya Medan itu juga terkenal dengan Ramadhan Fairnya yang selalu diadakan setiap tahun dan terletak persis bersampingan dengan Mesjid Raya, kita hanya butuh berjalan beberapa meter saja dari sana untuk mencapainya. Yang menarik dari Ramadhan Fair ini adalah banyaknya pilihan belanja dari harga paling murah sampai paling mahal untuk dagangan - dagangan yang berada disana. Mulai dari makanan, peralatan, accessories, pakaian, dll. Kalau disurvey sih sebenarnya apa - apa yang ada disana lebih banyak yang mahal daripada yang murah, tapi kenapa ya kok ramenya itu luar biasa?

Ramadhan Fair Meriah Medan 2016
Padat dan ramai yang bikin sesak nafas..hati-hati dompet!


Makanan Ramadhan Fair Meriah Medan 2016
Saking banyaknya yang jual makanan, sampai bingung mau makan dimana


Keseruan Ramadhan Fair Meriah Medan 2016
Pengunjung yang sadar kamera banget, waktu dijepret langsung berfose, hehe

Ramadhan punya banyak cerita dan Mesjid Raya Medan selalu menjadi tempat yang memiliki porsi istimewa di hati masyarakat Medan. Harapan para warga masihlah sama, apabila acara Ramadhan Fair diadakan lagi tahun depan, jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan dari yang seharusnya acara tersebut murni untuk rakyat. Tentang masyarakat yang semakin malas datang ke masjid di penghujung Ramadhan, semoga saja hal ini tidak berlanjut dan ada perubahan menjadi lebih baik lagi di kemudian hari. Amin.

Dapatkan info terbaru via email gratis, jangan lupa klik konfirmasi pada email sobat:

29 Responses to "Alangkah Menakjubkannya Mesjid Raya Medan di Hari - Hari Akhir Ramadhan"

  1. Megah banget mesjid nya :) wah kalau saya mencoba untuk buka bersama di mesjid tersebut pasti kehabisan bubur deh :( Soalnyab kan perjalanan dari kota saya ke Medan jauhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya jemput mas effendi tenang 5 menit nyampek

      Delete
  2. Wah hebat sekali ya mbak bisa mengalahkan konsernya ariel noah keren keren keren.

    ReplyDelete
  3. Masya Allah semoga bisa kesana juga :-)

    ReplyDelete
  4. Nanti saya jemput juga ya mas eksapedia, naik odong2

    ReplyDelete
  5. Jauh kali lae, hehehe... Itu Masjid Raya Medan kok nggak ada di Jakarta ya???? *dilempar bubur Medan.

    BTW tukang buburnya bukan yang di sinetron tukang Bubur naik Haji kan??!

    Konsep awal Ramadhan Fair semoga tetap untuk meramaikan pesta rakyat tanpa ditunggangi unsur bisnis dan politik ya mba, jangan sampe kayak Jakarta Fair yang sudah bukan pesta milik rakyat cilik lagi, tapi sudah menjadi ladang bisnis bagi kaum berduit....!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya lumayan jauh memang lae, hehe enak tapi bah dilempar bubur medan :D

      bukan,itu haji sulam,hehe

      Itu dia yang saya maksud mas, seharusnya memang untuk rakyat, barang yang disana juga harusnya murah. Wah pengen tau deh jakarta fair nasibnya sama kagak sama Ramadhan fair medan

      Delete
  6. Memang selalu ada keseruan di bulan Ramadan, seperti di medan di tempat saya juga ada kesruan lain, namanya pasar malam ramadan yg diisi dengan segala macam hiburan dan pernak pernik untuk lebaran yang bisa dihadiri di malam2terakhir ramadan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah bisa belanja untuk lebaran ya kang Man

      Delete
    2. Bisa banget, hanya saja gak tahan macetnya... kendaraan hampir 'gak bisa jalan saking ramainya...

      Delete
  7. sebelum hari akhir ramadan ge emang udah luar biasa juga keiles Masjid Raya Medan mah...kalau di akhir Ramadan mah udah pasti dong lebih menakjubkannya...kan saya juga baru dari masjid raya medan...nih

    ReplyDelete
    Replies
    1. ke mesjid Raya Medannya kapan mang? Udah pasti keiles, mantap kan mang, paten!

      Delete
  8. Wiiih... Keren ya... Sampai segitu padatnya. Pengen nyobain bubur pedasnya tapi pasti kehabisan.
    Pasti antrinya sudah dari jam sorean itu, iya enggak kak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Datang lagi ke blogku ya kak, kalau berkenan.

      Delete
    2. cobain deh Einid
      #gak janji ya kalau ingeet,hehe

      Delete
  9. wah luar biasa nih masyarakat medan begitu antusiasnya, tapi boleh juga tuh bubur pedasnya belum pernah nyoba nih.. :D

    ReplyDelete
  10. Kalau untuk urusan yang gratisanmah Saya juga pasti bakalan ada di urutan pertama.... :D
    by the way cewek yang saadaar kamera itu siapa namanya gan ??? :v

    ReplyDelete
    Replies
    1. gratis kang Ahmad, diburu terus deh makanya
      cewek itu sebut saja dia Mawar :v

      Delete
  11. Keren juga kayaknya perpaduan arsitektur timur tengah, india dan spanyol yak. Tapi by the way, itu kenapa gamabr-gambar yang lain malah mirip lagi di pasar malam yak?
    Kalau punya kesempatan ke Medan, pengen juga nih ke sini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ia keren bingits lah pokoknya Levina,
      itu ramadhan fair,sebelahnya mesjid.. ia kamu tepat sekali lebih mirip pasar malam, salah siapa cobak?hehe

      Delete
  12. la orang medan juga ya mbak, tinggal di mana. Saya tinggal di Tanjung anom ni, salam horas ya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ia saya asli medan pak Ibrahim. Kalau saya sekitar sei kambing. horas mas :D

      Delete
  13. Ramai banget mbak hehe, pasti banyak aneka jajanan haha

    ReplyDelete
  14. Aim pengen jajan? Bisa banget,hehe

    ReplyDelete
  15. Wiiih, mesjidnya megah yah. Mudha-mudahan sih warga sekitar bisa jaga kebersihan dan ketertiban yah. Nyokap gue dari medan, tapi gue belum pernah ke medan :( Pengen ke sana, liat-liat, jalan-jalan. Orang mah lebaran pada pulang kampung, lah gue rumahnya selalu dijadiin tempat singgah... gak pernah pulang kampung tiap lebaran :/ Beuh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga ya, Oke Ran jalan2 gi ke Medan

      Delete