Anak Cerdas Bermain Gadget di Bulan Puasa, Bahayakah?

Sekarang ini sudah bukan jamannya lagi melarang anak kita memakai gadget atau tekhnologi apapun, handphone, tablet dan lain - lain terkadang memang harus dikuasai oleh anak - anak kita ketika memang sudah era globalisasi begini. Melarang anak bisa membuatnya gagap tekhnologi (gaptek) sehingga menghambat kemajuan dan perkembangannya di kemudian hari. Masalahnya tidak semua hal yang ada di dalam gadget tersebut baik untuk anak, lalu bagaimanakah cara untuk mengatasinya?

Terlebih di bulan puasa ini, kita dituntut untuk lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbanyak amal ibadah kita. Perihal apa - apa saja yang bisa ditemui anak di gadget yang tersambung dengan internet misalnya, para orangtua pasti sudah tahu betul akan hal itu, untuk memperjelas kami akan mengulas lebih lanjut.

Anak Cerdas Bermain Gadget di Bulan Puasa, Bahayakah?

Dunia maya adalah tempat paling subur untuk perusakan moral manusia. Bisa dikatakan semakin banyak kasus kekerasan yang terjadi belakangan ini dilatarbelakangi oleh pelaku yang menonton "sebuah video" di internet. Walau banyak yang sudah ditutup aksesnya oleh pemerintah, nyatanya situs - situs "nakal" tersebut tidak bisa ditumpas seluruhnya. Khususnya untuk seseorang yang memiliki pengetahuan lebih, ia dengan mudahnya bisa membobol situs - situs tersebut. 

Kami tidak mengatakan internet sepenuhnya buruk, kita bahkan dapat menyaring dan memperoleh informasi dari internet secepat kilat dan murah meriah. Tapi tentu saja beda aturan cara berpikir seseorang yang sudah dewasa dengan anak - anak kita yang masih sangat lugu. Kemampuan otak merekam dan meniru adalah fitrahnya manusia. Jika itu orang dewasa, ia sudah memiliki cukup akal dengan segala macam resiko yang ditanggungnya. Lalu apakah yang terjadi dengan anak - anak kita yang sepenuhnya adalah peniru ulung?


Anak Cerdas Bermain Gadget di Bulan Puasa, Bahayakah?

Social Media Bisa Merugikan Puasa

Social media tidak sepenuhnya buruk, seorang ibu dapat memantau anaknya apabila ia berteman facebook dengan sang anak dan menasehatinya saat terjadi perilaku yang melanggar nilai - nilai dan norma agama yang berlaku. Ketika fakta menunjukkan hal  yang lain bahwa anak yang cenderung menghabiskan waktu pada social media akan menjadi kacau pikirannya, masih saja ada banyak orangtua yang lalai akan fenomena ini dan tidak mengarahkan anaknya.

Banyak orang mengatakan social media adalah gudangnya informasi dan sangat membantu manusia dalam hal apapun. Dari sudut pandang kami namun satu hal lagi yang patut ditekankan bahwa lain halnya dengan seorang anak yang masih goyah secara jiwa, mungkin orang dewasa jauh lebih paham akan artinya hidup, tidak semua orang bisa berbagi sesuatu di social media untuk membagikan ilmu pengetahuan, terkadang yang dibagikannya adalah hal - hal yang tidak baik.

Hati - Hati Dengan Fanpage

Sedikit membocorkan rahasia para pelaku pebisnis online di internet menggunakan halaman fanpage di social media dengan penyuka jutaan bahkan milyaran orang adalah salah satu trik lama untuk membuat produknya laku dipasaran. Yang parahnya lagi pembuat berita terkadang sengaja menyajikan berita yang "terlalu dewasa" untuk menarik pengunjung mengklik dan memancing dengan gambar yang tidak sopan.

Sekali klik langsung terbawa ke suatu halaman website, keuntungan pun mengalir kepada si pemilik bisnis online tersebut. Biasanya ia akan menggunakan nama - nama artis atau selebritis ternama yang anak - anak kita mengidolakannya secara antusias, padahal tidak ada manfaat yang diperoleh anak selain dipergunakan oleh para pemanfaat kesempatan untuk mengais rejeki mereka dengan cara instan.

Bukan menakut - nakuti atau memberikan berita yang mengundang kegelisahan, disini kami hanya ingin memberikan sebuah pencerahan kenapa harus memperhatikan hal - hal yang sedemikian sepelenya bagi beberapa orang. Terutama bagi para orangtua yang memiliki anak, terkhusus yang sudah dewasa, perempuan, wanita dan terutama yang berparas cantik dan menarik. Berhati - hatilah ketika membagikan foto ke internet, bisa jadi oknum yang tertarik dengan kecantikan wanita tersebut akan membuatkannya sebuah fanpage.

Komunitas, fanpage atau apapun namanya yang menjaring pembaca untuk melakukan like dengan foto - foto yang tersedia disana. Foto - foto yang dibagikan ke publik secara gratis oleh seseorang dikumpulkan mereka untuk keperluan bisnis. Tentu saja jangan berpikir foto itu akan utuh, sebab tak jarang yang ditemui adalah atasannya diedit, bawahannya juga diedit, terkadang memakai jilbab tapi sudah dipotoshop menjadi sangat "nakal", juga ditambahi dengan post status yang "menggoda" orang, semua itu pekerjaan yang mudah sekali dilakukan oleh para oknum yang tak bertanggung jawab.

Mungkin ada yang bilang ini berlebihan, tapi silahkan buktikan sendiri dan telusuri dengan cermat satu persatu wanita cantik di google+, kebanyakan yang akan kamu temui adalah oknum, sangat jarang sekali adalah manusia asli. Sekali lagi mereka adalah penipu. Apakah tujuannya? tentu saja untuk mengais rejeki dari sosial media.

Jangan Sampai Anak Tercemar, Awasi Perilakunya

Menggunakan gadget dengan tersedianya koneksi internet tentu saja sangat berbahaya seperti yang kami jabarkan di atas. Sama halnya dengan hal itu, gadget tanpa koneksi internet di dalamnya juga tak kalah berbahaya bagi anak, misalnya saja game - game yang merusak otak, mata dan mengganggu keaktifan anak sehingga ia lebih suka menyendiri dan berteman dengan gadget. Selain tidak bagus dari segi sosialnya, anak juga akan kehilangan masa bermain yang indah serta terganggu kesehatannya.

Gadget bagi anak bukanlah sebagai sarana orangtua untuk menenangkan anak, bentuk kasih sayang tidak harus dengan membuktikan mampu membelikan gadget yang mahal - mahal. Mengawasi setiap gerak - geriknya adalah upaya paling tepat untuk menjamin anak tidak tercemar kehancuran - kehancuran yang ditawarkan oleh banyak para penghancur. Anak juga tidak akan hancur, orangtuanyalah yang menjadi kunci keberhasilan anak kelak di dunia dan akhirat. Khususnya di bulan puasa ini, jangan sampai kegiatan positif tidak banyak kita lakukan dan waktu terbuang dengan percuma begitu saja.

Dapatkan info terbaru via email gratis, jangan lupa klik konfirmasi pada email sobat:

10 Responses to "Anak Cerdas Bermain Gadget di Bulan Puasa, Bahayakah?"

  1. Peran orang tua pastinya sangat penting ya... agar anak cerdas bermain gadget bisa kita terus pantau...
    Salam,

    ReplyDelete
  2. Yupp bener mbak deb, nyayangin anak gak perlu ksh kado gadget. itu malah mkin buat dia manja dan mgkn suatu waktu minta belikan yg lbh mahal lagi kan..

    ReplyDelete
  3. Benar sekali mba Debe sebagian besar perilaku kejahatan seksual itu karena pengaruh internet. Memang tidak ada salahnya apabila anak-anak menggunakan internet karena internet sangat bermanfaat tapi itu bagi yang menggunakan nya sebaik mungkin. jadi peran serta orang tua sangat penting disini untuk terus memantau dan menasehati anak ketika bermain gadget

    ReplyDelete
  4. semua itu butuh kejelian orang tua, orang tua memang harus memberikan tips yang baik misalnya di bulan ramdahan dari pada maingadged lebih baik berbanyak menhaji dan istigfar ituh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. tadarus dan istighfar, CB is the best

      Delete
  5. Lebih suka ikut main. Aku biasanya ikut sama ponakan-ponakan. Maksudnya mengawasi apa yg mereka lakukan. Lalu dilaporin ke orang tua mereka.

    ReplyDelete