6 Alasan Kenapa Anak Tidak Boleh Menyanyikan Lagu Orang Dewasa

Entah kenapa hari semakin tua dengan anak - anak yang terlihat mimikirkan sesuatu yang lebih jauh dari cakupan umurnya. Cerita yang mereka keluarkan dari mulutnya bukan tentang permainan lagi, suara nyanyian yang mereka nyanyikan sudah bukan nyanyian kanak - kanak lagi. Anak SD menyanyikan lagu cinta - cintaan dan begitu menghayati sebuah lagu, mengulang-ulang, hingga merekamnya ke dalam memori mereka.

Sekali lagi admin merasa ada yang janggal tapi kebanyakan orangtua malah merasa santai saja, konon mau melarang juga sudah umum anak jaman sekarang menyanyikan lagu cinta - cintaan dan bukan sesuai dengan usianya mereka. Kalau anak mau cari lagu anak - anak juga bingung sebab sekarang ini sudah tidak ada lagi penyanyi kanak - kanak, tidak seperti jaman dahulu.

Pengaruh lingkungan mungkin sangat menjadi pengaruh terbesar, tapi bukankah orangtua punya kendali ? anak - anak adalah tunas bangsa, setidaknya ditangan orangtua mereka bisa diarahkan. Entah masih ada yang peduli atau tidak, yang perlu diketahui bahwa 6 Alasan Kenapa Anak Tidak Boleh Menyanyikan Lagu Orang Dewasa adalah diantaranya:

7 Alasan Kenapa Anak Tidak Boleh Menyanyikan Lagu Orang Dewasa

1. Pita Suara Rusak

Anak yang terlalu dipaksakan menyanyikan lagu orang dewasa sementara pita suaranya belum terbentuk sepenuhnya, akan mengalami penyakit gangguan pita suara atau kerusakan yang serius karenanya. Hal ini disebabkan oleh nada tinggi yang dihasilkan lagu - lagu orang dewasa tentu saja tidak cocok untuk mereka yang masih kecil.

2. Prilaku & Mental Bermasalah

Bila anak menjadi sangat agresif, mudah marah dan tak bisa dikendalikan, ini efek dari mencerna lagu - lagu yang ia dengarkan, kata - kata kasar di dalam lagu ia resapi dan secara sadar ataupun tidak sadar menjadi prilaku yang ia contohkan sehari - hari. 

3. Pemahaman Anak Tentang Kehidupan Menyimpang

Anak - anak kita butuh teladan yang tepat untuk memahami arti tentang kehidupan ini, menyuguhkan mereka dengan nilai - nilai agama dan cerita - cerita yang religious dilengkapi dengan lagu yang tepat adalah cara mewujudkan itu semua. Tapi sekarang lagu anak di Indonesia sudah berubah menjadi lagu cinta - cintaan yang kebanyakan menghancurkan. Ada kata- kata mengerikan di dalamnya seperti 'hamil duluan', lagu yang sangat sering dinyanyikan dan kita jumpai dimana- mana. Mau jadi apa anak kita bila menyanyikan lagu ini ke depannya ?

4. Anak adalah Peniru Ulung

Apa yang ia lihat, apa yang ia dengar, itu yang akan ditiru anak dimasa yang memang mereka butuhkan untuk meniru. Masa kanak - kanak adalah masa yang rentan dengan pengrusakan, ingat saja sekali anak rusak di masa perkembangannya, masa depannya akan mengalami kehancuran. Dari lagu yang ia perdengarkan dan nyanyikan setiap hari ia akan mencari panutan. Hal ini juga didukung musik sebagai pemulus kinerja otak. Lirik - lirik yang direkam dan ditiru akan semakin mendalam ia tanamkan di dalam otaknya.

5. Tidak Punya Semangat Belajar

Rata - rata anak jaman sekarang tidak punya semangat belajar. Hal ini bisa dibuktikan dengan menurunnya prestasi akademis anak setiap semester. Apa hubungannya dengan lagu ? Tentu saja lagu yang terlalu dewasa membuat otaknya bekerja keras untuk memahami hal - hal yang dewasa pula, mulai ada ketertarikan kepada lawan jenis yang belum waktunya. Terlalu jauh dalam apa yang dipikirkan untuk seusianya membuat anak gagal dalam belajar, fokus dan konsentrasinya terpecah, antusiasme memahami pelajaranpun tidak ada samasekali.


6. Dewasa Sebelum Waktunya

Sudah tidak bisa dihitung lagi berapa anak Indonesia yang rusak masa depannya, sekolah adalah hal penting untuk mereka, namun dimasa sekolah tersebut mereka malah memikirkan sesuatu yang lain diluar kreatifitas, prestasi dalam belajar dan kemampuan dalam segala hal. Anak menjadi sangat lemah, lagu - lagu yang ia dengar kemudian ia nyanyikan mempengaruhinya hingga hilang murni kepolosan dan keindahan masa kanak - kanak yang tidak mungkin bisa terulang lagi.

Meski Indonesia sedang menjadi sasaran empuk pengrusakan, sebenarnya masih ada cara untuk mengatasi itu dengan memberikan bekal agama yang kuat kepada anak, anak - anak kita adalah penerus bangsa, jangan biarkan bangsa ini hancur hanya karena lagu - lagu yang tidak pantas untuk anak. Bila ingin menyiasati lagu yang ingin diberikan kepada anak sebenarnya bisa menggunakan lagu anak zaman dulu yang dapat didownload atau dibeli untuk buah hati tersayang. Demikian 6 alasan kenapa anak tidak boleh menyanyikan lagu orang dewasa. Semoga bermanfaat.


Dapatkan info terbaru via email gratis, jangan lupa klik konfirmasi pada email sobat:

14 Responses to "6 Alasan Kenapa Anak Tidak Boleh Menyanyikan Lagu Orang Dewasa"

  1. Bener juga.. ya buktinya adik ipar saya umurnya 4 tahun waktu itu pas booming lagunya cjr yang cinta cinta gitu, ehh dia jadi tau semua tentang cinta -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. tanda - tanda akhir zaman mas,hihi

      Delete
    2. Betul sekali bu, mungkin suatu pertanda ya bu :)

      Delete
    3. banyak-banyakin amal ibadah kitanya, kayaknya udah deket memang :)

      Delete
  2. Bener banget mbak, tapi sekarang mah.. jarang anak anak yg dengerin lagu anak anak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah gak ada malahan kayaknya mas,
      orangtua dan guru di sekolah yang harus kreatif membuat anak mau nyanyiin lagu anak-anak

      Delete
  3. Ini yang sangat harus diperhatikan selaku orang tua ya bu, memang salah satu nya bisa menyebabkan perilaku yang tidak baik seperti yang diharapkan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. tepat sekali 100 untuk cara bimbingan :)

      Delete
  4. Yang point ke 6 itu lho yang mengerikan...

    ReplyDelete
  5. yoi gile memang dunia tanda mau the end mas :)

    ReplyDelete
  6. alhamdulillah masa kecil sy terselamatkan ... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah mas fiu pernah kecil juga

      Delete
    2. eh ,,, neng dila ini yah ,,, masa ujug2 mau langsung gede ,,hehehe :p

      Delete
    3. mana tau kan mas Fiu lahirnya didownload,hehehe

      Delete